Kamis, 19 Juni 2014

Puisi suara untuk ibu

Suara untuk ibu


Karya ;Desliana


Suasana sepi 
Hanya terdengar dengkuran mimpi
Di saat itu ada pengorbananmu
Wujud keikhlasan hatimu
Ibu.....
Dari petang hingga pagi
Tak ada kata lelah untuk berbagi
Membuat tepung hingga jadi roti
berkah kesungguhan hati
Minyak panas dan api kau hadang
Keringat pun tercecer dan terbuang
Tertuanglah semangat untuk anakmu
Dari tahun ke tahun
Dari bulan ke bulan
Istirahat pun kau lupakan
hanya untuk
mencari sesuap nasi 
dan segenggam rupiah
Rupiah untuk kuliah
Maka beruntunglah aku
 kau luar biasa Mencetakku sampai hari ini
Bisakah aku sepertimu di kala senja nanti?
Mendidik anak hingga jadi nanti
Ibu kaulah guru terdekatkku
Terimakasih ibu...
Terimakasih atas doa dan pengorbananmu


Bekasi 15juni 2014

Puisi hujan

Hujan


 Karya:Desliana
Kepada sang motivator 

Sejuknya malam ini
Mungkinkah para malaikat telah turun ke bumi?
Mendinginkan bumi yang panas
Menurunkan Rizki dari-Nya
keberkahan mengalir dan tercecer dari rerintikan air
Sesuatu yang harus di syukuri
Oleh semua ciptaan-Nya
Di saat itu terlintas kenangan kita
Taukah kau ?
Aku merindu mu
Setelah mengenalmu
Hati ini membeku
Membentuk rangkaian cerita
Ingin rasa ku tumpahkan dalam butir butir kata
Tajamnya memoriku mengingatmu
Ingin asahku rangkai dalam indahnya kata
Lalu ku tebar bibit kejujuran di dalamnya
bayangmu
pesonamu
Baiknya dirimu .
Maha suci Allah
Kau sentuh aku
Hingga aku tau betapa indah menyusun kata demi kata
Gemuruh petir bergema
Air menetes demi tetes
Dasyatnya mengalir begitu saja
Hembusan angin arahkan jari ini dalam menulis
Mengapa singkat pertemuan itu?
Serasa sedetik
Walau singkat pertemuan itu
Tak membuat ku lemah dalam kesedihan
Terimakasih telah hadir dalam jejakku

Bekasi 13 juni 2014

puisi sehelai kertas

Cerita dari Sehelai Kertas

 BY :Desliana

Ketika pertama kali menggapai sehelai kertas
Betapa riang jiwa ini
Jantung serasa berlari
Mulut tiada henti bersyukur kepada-Nya
Ingin rasa emosi ini merekam setiap semangat jejakku
Ya....
Memang hanya sehelai Kertas
Berlebihankah ?
Tidak bagiku
Sehelai kertas hadir dari setetes tinta hitam
yang membawa pesan kesukaan nikmat
menghapus kedukaan dan kegelisahan
karna tak mungkin sampai
Bila tak ada yangmenghantarkan
siapa mereka?
Sang Pemberi Nikmat
DOA IBU
MIMPI
Asah dan DOA para Guru
Sahabat
Semoga tak membuatku kufur nikmat